Rabu 15 Juli 2026 - 17:06
Amerika Serikat Tidak Berhak Memungut Biaya dari Kapal-kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Hawzah/ Presiden Brazil mengkritik keputusan Donald Trump untuk memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, dan menilai tindakan tersebut tidak memiliki legitimasi. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat berusaha memanfaatkan krisis-krisis di kawasan untuk meraih keuntungan ekonomi.

Berita Hawzah  Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden brazil, dalam pidatonya di kota São Paulo, menanggapi pernyataan terbaru Donald Trump mengenai pemungutan biaya dari seluruh muatan yang melintasi Selat Hormuz.

Lula da Silva mengkritik keras keputusan tersebut dan mengatakan: "Sebuah negara penting seperti Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun telah memerangi pembajakan, kini tidak bisa berubah menjadi bajak laut itu sendiri. Amerika Serikat sama sekali tidak memiliki hak untuk memungut pajak atau biaya dari Selat Hormuz. Tanggung jawab atas situasi saat ini di Selat Hormuz ada di pundak Amerika Serikat, karena sebelum serangan negara ini terhadap Iran, jalur perairan internasional tersebut terbuka untuk pelayaran."

Dengan mengingat bahwa Selat Hormuz sebelum serangan Amerika Serikat terhadap Iran dapat diakses tanpa batasan oleh armada dagang, ia menggambarkan pemerintahan Trump sebagai pihak yang "menjadikan bencana sebagai peluang untuk meraih pendapatan dan keuntungan ekonomi."

Presiden brazil juga menyoroti dampak perang di Asia Barat terhadap ekonomi global, dan menyatakan: "Biaya perang secara langsung memengaruhi kebutuhan pangan rakyat. Dengan naiknya harga minyak, harga komoditas pokok seperti kacang-kacangan, beras, tomat, dan bawang juga ikut meningkat."

Pernyataan ini disampaikan setelah Donald Trump mengumumkan dimulainya kembali blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran di Selat Hormuz, dan menyatakan bahwa akan dikenakan biaya transit sebesar 20 persen atas semua kapal dan muatan yang melintasi jalur perairan tersebut.

Trump dalam pembenarannya atas keputusan ini mengklaim bahwa biaya untuk menjamin keamanan di kawasan yang tidak stabil ini harus diperoleh dari pungutan biaya terhadap kapal-kapal yang melintas.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha